pemkot, sosial

Perguruan Tinggi Dominasi Kekerasa Terhadap Perempuan

Sepanjang tahun 2011, Divisi Pendampingan WCC Palembang telah melakukan pendampingan kepada 386 kasus, yang terdiri dari Perkosaan dan Pelecehan Seksual, Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), Kekerasan Dalam Pacaran (KDP), Perdagangan Perempuan dan Anak dan beragam bentuk kekerasan lainnya.

Direktur Eksekutif WCC, Yeni Roslaini Izi mengatakan, tahun 2011 ini kasus kekerasan seksual baik berupa perkosaan, pelecehan seksual, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, intimidasi/serangan bernuansa seksual, hingga pemaksaan aborsi, paling banyak terjadi.

“Perkosaan dan kekerasan seksual menempati urutan pertama dengan 156 kasus, disusul dengan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebanyak 133 kasus, kekerasan dalam pacaran 52 kasus, perdagangan perempuan dan anak 11 kasus, dan kekerasan lainnya sebanyak 34 kasus,” kata Yeni, Rabu (4/12).

Kekerasan yang dilakukan kepada perempuan kata Yeni sekarang ini tidak hanya dilakukan oleh pelaku dengan latar belakang pendidikan yang rendah melainkan dilakukan oleh pelaku yang memiliki latar belakang pendidikan perguruan tinggi dengan usia produktif antara usia 25 sampai 40 tahun dengan korban rentang usia 25 sampai 40 tahun juga. Hal ini membuktikan bahwa tidak benar keyakinan umum bahwa mereka yang berpenghasilan dan berpendidikan rendah saja yang melakukan tindak kekerasan dan menjadi korban kekerasan.

“Sadisnya kekerasan terhadap perempuan dan anak di Sumatera Selatan ini, terlihat dari cara dan alat yang digunakan oleh pelaku seperti, memukul korban hingga babak belur sekujur tubuh, membakar korban, menyiram dengan air panas, menikam dan menghujam tubuh korban dengan senjata tajam hingga meninggal dunia, memperkosa korban kemudian dibunuh,” ujarnya

Karena itu sejak tahun 2011 hingga tahun 2014 mendatang WCC Palembang akan mengkampanyekan masalah kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak. Sebagai langkah awal, WCC Palembang telah melakukan sosialisasi dan melatih guru-guru bimbingan konseling serta aktivis kampus dan sekolah di beberapa perguruan tinggi dan SMA/SMK Negeri sederajat di Kota Palembang. Tahun 2012 direncanakan akan dilakukan “road show” kebeberapa sekolah negeri di Kota Palembang mensosialisasikan permasalahan ini.

Kendati besaran kasus yang ada menunjukkan jumlah yang tinggi, namun respon masyarakat dan negara (pemerintah) masih jauh dari harapan. Bahkan pemerintah terkesan lamban untuk mengambil tindakan pencegahan terjadinya kekerasan dan melindungi hak asasi korbannya. Akibatnya para perempuan dan anak korban kekerasan di Propinsi Sumatera Selatan terus mengalami hambatan yang serius untuk mendapatkan berbagai bentuk layanan hak asasinya, sehingga sebagian besar korban yang mengadu ke WCC Palembang lebih memilih untuk konseling saja ketimbang menyelesaikan masalah mereka ke proses hukum.

sumber : bulletinmetropolis.com (ria amelia)

gambar : https://palembangterkini.files.wordpress.com/2012/01/kdrt1.jpg?w=298

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan WEB ini

Bergabunglah dengan 202 pengikut lainnya

Poling anda…

informasi yang paling anda minati...
info pemerintah kota palembang
info pendidikan
info ekonomi
info seputar sfc
info sosial
info gadget

Isi Poling Anda

BENDERA

free counters
Web Informer Button
%d blogger menyukai ini: