pemkot, sosial

40 Titik Rawan Banjir

Empat Anak Sungai Dikeruk

Banjir di sejumlah titik di kota ini, yang kerap terjadi tatkala hujan turun akhirnya mendapat perhatian pemerintah pusat. Tahap awal, sebagai langkah antisi- pasi kejadian akibat sedimentasi (pendangkalan anak sungai di wilayah Metropolis) itu, bakal dilakukan normalisasi (pengerukan) empat anak sungai.

Keempatnya yakni, sungai Sekanak, Aur, Buah, dan Lambidaro. Pekerjaan normalisasi sen- diri langsung oleh Kementrian Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia melalui Balai Sungai Wilayah Sumatera VIII. Dana yang dibutuhkan cukup wah, mencapai Rp40 miliar.

 “Dananya sudah ada, bantuan dari pemerintah Jepang. Sekarang sedang persiapan. Jika tidak ada halangan, mudah-mudahan Juli bisa dikerjakan,” ungkap Kepala Balai Sungai Wilayah Sumatera VIII, Soekotjo Tri Sulistiyo, kepada wartawan, kemarin.

 Kegiatan normalisasi, tambah dia, bakal dibagi-bagi. Mulai dari pengerukan endapan lumpur, perkuatan dinding sungai, termasuk pembersihan sampah-sampah. “Pengerukan empat anak sungai itu, memang sangat penting.” Mengapa? Kata Soekotjo, kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Selain banyak sampah, endapan lumpurnya cukup tinggi.

 “Ya, kalau endapan lumpurnya tinggi, otomatis sungai mengalami pendangkalan, maka itu perlu dikeruk,” cetusnya seraya mengatakan. Pihaknya juga akan membangun jalan inspeksi di kiri dan kanan sungai. Idealnya, jelas Soekotjo, jarak antara dinding sungai dengan pemukiman warga sekitar 7 meter. Sekitar 5 meter difungsikan untuk jalan inspeksi sehingga kendaraan, khususnya roda empat bisa masuk.

Dengan terbukanya akses jalan tadi, lanjut dia, mobil atau kendaraan pembersih sungai atau pengangkut sampah bisa masuk ke lokasi sehingga kebersihan sungai dapat terpantau dan terpelihara dengan baik.

Saat ini, baru sungai Bendung yang mempunyai jalan inspeksi dengan panjang sekitar 1,5 dari total 5 km panjang Sungai Bendung. “Ke depan kita targetkan seluruh anak sungai (di Metropolis, red) mempunyai jalan inspeksi.’’ Hanya saja, sambung Soekotjo, pembangunan jalan inspeksi kadang terkendala masalah pembebasan lahan warga. Maka itu, pihaknya berharap ada kerjasama dengan pemerintah daerah, dalam hal ini Pemkot Palembang.

‘’Jadi, jika lahan-lahan di tepian anak sungai tersebut sudah dibebaskan, ketika ada program pembangunan jalan inspeksi maka bisa langsung dikerjakan,’’ tuturnya.

Selain normalisasi, jelasnya, langkah antisipasi banjir juga dapat dilakukan dengan mem- bangun kolam retensi di sekitar anak sungai tersebut. ‘’Jadi, ketika curah hujan tinggi, retensi yang ada mampu membantu menampung aliran air,’’ ujarnya

Dikatakan, Metropolis saat ini, masih ada sekitar 40 titik yang rawan banjir. Kawasan yang paling rawan yaitu sekitar aliran Sungai Bendung. Saat curah hujan tinggi sekitar 100-200 mm, terjadi genangan air yang durasinya cukup lama, bisa mencapai 5 jam. ‘’Ke depan, kondisi tersebut harus dapat dikurangi, kalau pun terjadi genangan jangan sampai lama,’’ terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Palembang, Ir Kira Tarigan mengatakan, pihaknya telah menormalisasi 13 kolam retensi yang mengalami pendangkalan seperti di samping RS Siti Khodijah, Talang Aman, Perumnas, depan Yayasan IBA dan Kambang Iwak Kecik (samping Masjid Taqwa).

“Kita juga sudah membangun satu kolam retensi baru di SMAN 17” jelasnya seraya mengatakan, untuk pemeliharaan rutin kolam retensi telah dianggarkan sekitar Rp 250 juta. Meski begitu, jelas pria berkacamata itu, saat ini Metropolis masih membutuhkan penambahan kolam retensi. Idealnya jumlah kolam retensi sekitar 50 buah, dengan luas sekitar 102,47 km2 sementara jumlah yang ada saat baru 21 kolam retensi. “Tahun depan akan kita upayakan lagi adanya penambahan kolam retensi,” ungkap Kira.

Kira menambahkan, di Metropolis terdapat sejumlah titik rawan banjir seperti sekitar Novotel, Simpang Polda, depan Mal Palembang Trade Center (PTC), punti kayu dan depan Damri Jl Kol H Barlian, depan Lorong Kamil, turunan Talang Buruk. Kemudian, turunan Trakindo, depan kebun Bunga, depan pul Lorena dan simpang Tri Arga. Tapi, sebagian banjir disejumlah daerah tersebut sebagian telah ditanggulangi dengan memperbaiki saluran drainase, pembangunan kolam retensi di daerah sekitar rawan banjir tersebut.

Langkah lainnya, saat ini telah dipasang enam pompa penang- gulangan genangan air yakni Veteran, A Rivai, Gersik, Sungai Bayas, Sungai Bendung dan 26 Ilir. ‘’Jadi saat hujan deras, kalau pun terjadi genangan tidak terlalu lama,’’ tukasnya.

sumber : sumatera ekspres, 9 juni 2011

foto : kotapalembang.blogspot.com

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan WEB ini

Bergabunglah dengan 202 pengikut lainnya

Poling anda…

informasi yang paling anda minati...
info pemerintah kota palembang
info pendidikan
info ekonomi
info seputar sfc
info sosial
info gadget

Isi Poling Anda

BENDERA

free counters
Web Informer Button
%d blogger menyukai ini: