pemkot, sosial

Dana Seadanya, Bangun Rumah

Tidak ingin berlama-lama larut dalam kesedihan, korban kebakaran di RT 46, Jl Kemas Rindo, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati, mulai melakukan rekonstruksi rumah mereka. Dalam musibah kebakaran yang terjadi pada
22 Mei lalu, 32 rumah milik warga hangus. Akibatnya 47 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan harta benda lainnya.

“Sudah hampir dua minggu Dek dan memang kita saat ini mulai berupaya bangkit dari musibah kebakaran dengan membangun rumah dengan bahan seadanya yang berasal dari bantuan masyarakat. Meski bahan bangunan yang ada saat ini belum sepenuhnya mencukupi, paling tidak bisa untuk tinggal sementara dan keluarga bisa pindah dari posko pengungsian,” kata Ilham, salah satuwarga yang ditemui kemarin (5/6). Ilham tetap akan membangun rumah panggung seperti sebelumnya. Selain memang lahan yang dimiliki terbatas. Lokasi perkampungan warga berada di bantaran Sungai Sungki.

“Kita telah mendapatkan informasi lahan di bantaran sungai dilarang untuk dibangun. Kita setuju, dengan catatan kita punya tanah tempat lain. Sementara kita hanya memiliki tanah di sini. Jadi kita tetap bangun lagi di sini ,” tuturnya sembari memilih seng untuk atap rumah.

Menurut Ilham, ini merupakan upaya awal dari masyarakat selaku korban kebakaran untuk segera bangkit dan menata kembali perekonomian keluarga yang hancur akibat kebakaran. “Kita sudah lama tidak bekerja, dan ini saatnya kita untuk bangkit sehingga perekonomian keluarga bia kembali normal,” katanya optimis.

Husin, warga lainnya mengungkapkan, dana bantuan dari donatur yang selama ini masuk ke posko bantuan sudah dibagikan ke warga, bahkan sebagian bantuan tadi dibelikan warga bahan bangunan. Dan memang semua warga sudah siap membangun kembali rumah miliknya. “Untuk tahap awal, kita bangun lantai dan dinding dulu, sedangkan untuk atap kita pakai terpal bantuan dari donatur,” katanya lugas.

Mengenai biaya untuk rekonstruksi rumah, dijelaskannya paling tidak untuk lantai dan dinding yang rencananya dibangun semi permanen butuh dana sekitar Rp20 juta, se- mentara untuk atap paling kecil Rp 5-10 juta. “Saat ini kita memang tidak punya dana untuk membangun, jadi sisa bangunan yang tidak terbakar kita gunakan lagi. Hitung-hitumg mengurangi kebutuhan biaya. Dan setelah ada dana lagi baru kita perbaiki secara keseluruhan hingga benar-benar nyaman untuk ditempati sekeluarga,” terang Husin.

 

 

sumber : sumatera ekspres, 6 juni 2011

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan WEB ini

Bergabunglah dengan 202 pengikut lainnya

Poling anda…

informasi yang paling anda minati...
info pemerintah kota palembang
info pendidikan
info ekonomi
info seputar sfc
info sosial
info gadget

Isi Poling Anda

BENDERA

free counters
Web Informer Button
%d blogger menyukai ini: