pemkot, sosial

32 Rumah Ludes Terbakar

Kebakaran hebat kembali terjadi di pemukiman padat penduduk di metropolis. Sebelumnya, Sabtu (21/5) lalu, terjadi di Jl SH Wardoyo, Gg Duren, RT 10/3, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang. Pada peristiwa itu, sedikitnya empat rumah ludes terbakar dan dua lainnya rusak. Peristiwa serupa terjadi, Senin (23/5) dinihari sekitar pukul 00.30 WIB di Jl Kemas Rindo, Lr Bakti, RT 46/08, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati.

Sedikitnya 32 rumah kayu beratap rumbia yang berdiri di atas rawa-rawa, termasuk dua rumah dinas guru SDN 225 ludes terbakar. Tak ada korban jiwa pada kejadian tersebut. Namun sebanyak 40 kepala keluarga (KK) atau 176 jiwa kehilangan tempat tinggal. Sedangkan kerugian materi diperkirakan mencapai Rp500 juta. Pascakejadian, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan Wakil Wali Kota Palembang H Romi Herton SH MH meninjau ke lokasi kebakaran dan memberikan bantuan kepada para korban kebakaran.
“Penyebab kebakaran tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Dugaan sementara api berasal dari arus pendek dari rumah salah seorang warga. Tak ada korban jiwa pada kejadian tersebut dan kerugian materi diperkirakan mencapai Rp500 juta,” ujar Kapolresta Palembang Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono MSi, melalui Kapolsek Kertapati AKP Sukri A Rivai SSos SH, kemarin.
Informasi yang dihimpun, api diduga berasal dari rumah Mancik, diduga akibat arus pendek listrik. Dalam sekejap api membesar dan menyambar rumah warga lainnya. Tak banyak harta benda yang dapat diselamatkan lantaran lokasi kejadian tak terjangkau sepenuhnya oleh petugas pemadam kebakaran.
“Api baru dapat dipadamkan setelah adanya bantuan pompa air dari pabrik karet. Sebab, mobil pemadam kebakaran tak dapat masuk karena menuju lokasi hanya berupa jalan setapak. Selain itu, lokasi kejadian juga berada di tepian Sungai Sungki,” terang Rusdi Rasyid, ketua RT setempat. Padatnya lokasi pemukiman ditambah jalan yang sempit untuk akses menyelamatkan diri membuat sejumlah warga mengalami luka-luka saat menyelamatkan diri dari amukan api.
Para korban dapat beraktivitas setelah mendapat pertolongan pertama dari rewalawan PMI Cabang Palembang. Pascakejadian itu, warga kembali memunguti barang-barang yang dapat digunakan kembali.
“Warga juga kembali mematok batas rumah mereka dengan tali plastik. Untuk sementara, korban mengungsi di ruangan kelas SD yang tak jauh dari lokasi kejadian sekaligus dijadikan posko bencana kebakaran. Sebagian lagi ada yang mengungsi ke rumah keluarganya,” kata Rusdi.
Salah seorang korban, Abu Kosim (46), menceritakan, saat kejadian itu dia bersama keluarga sedang terlelap. Tiba-tiba warga berteriak adanya kebakaran. “Aku keluar rumah dan jingok api lah besak. Malam itu aku cuma bepikiran makmano nyelamatke keluarga dan warga. Kalau harto katek yang pacak diselamatke lagi,” tutur Kosim.
Sementara itu, pascakebakaran, sekitar 176 warga yang kehilangan tempat tinggal tadi mengungsi ke tempat penampungan sementara, yakni ke SDN 225 Palembang sebanyak 80 jiwa, ke Musala Al Hikmah sebanyak 20 jiwa, dan sisanya di beberapa rumah kerabat dan warga yang rumahnya selamat dari kebakaran.
Camat Kertapati, A Zaini Rivai menjelaskan akan dibangun posko sesuai kebutuhan. Posko itu nantinya tidak hanya sebagai pusat informasi, tapi juga untuk mobilisasi bantuan untuk korban kebakaran.
Di tempat yang sama, Heri, petugas Posko Kesehatan PMI Kota Palembang, menyebutkan, sejak posko dibuka pascakebakaran, jumlah warga yang berobat mencapai 24 orang dengan berbagai keluhan. Mulai sesak napas, luka terkena pecahan beling dan paku, serta sebagian lagi mengalami luka bakar tingkat 1 dan tingkat 2. “Korban luka bakar tingkat 1 sebanyak 8 orang, luka bakar tingkat 2 ada 1 orang. Sisanya luka terkena beling dan paku serta sesak napas akibat terlalu banyak menghirup asap kebakaran,” terangnya.
Sementara itu, dari 176 jiwa korban kebakaran, 16 siswa sekolah dasar, 3 siswa SMP, 4 siswa SMA, 2 mahasiswa, 9 bayi dan 12 balita. “Mereka ini (siswa, mahasiswa, bayi dan balita, red) yang perlu mendapatkan perhatian serius. Jadi, meski meski kebakaran telah padam, kondisi kesehatan warga akan terus dipantau,” bebernya.
Wakil Wali Kota Palembang, H Romi Herton SH MH, saat menyambangi lokasi kebakaran, mengatakan, kejadian tersebut merupakan ujian bagi warga agar lebih sabar dalam menghadapi cobaan sehingga warga bisa lebih bertakwa pada Allah swt.
“Hadapi persoalan ini dengan tetap bersabar dan mudah-mudahan Allah senantiasa akan membantu umatnya yang mau bersyukur dan bertakwa padanya,” hibur Romi. Dalam kesempatan tersebut, Romi juga menyerahkan bantuan dana stimulan bagi korban kebakaran sebesar Rp1 juta/KK, mi instan, selimut, perlengkapan dapur. “Setidaknya dana stimulant ini bisa membantu warga untuk mencari tempat tinggal baru atau membeli bahan bangunan untuk membangun kembali rumahnya yang terbakar,” kata Ketua PDI Perjuangan Kota Palembang itu.
Sementara itu, bantuan bagi korban kebakaran di RT 46/08, Kelurahan Ogan Baru, Kecamatan Kertapati juga datang dari Pemprov Sumsel yang langsung diserahkan oleh Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH. Bantuan terdiri dari uang sebesar Rp1 juta/KK, beras sebanyak 1,5 ton, perlengkapan dapur, selimut, mi instan, minyak goreng, sarden, serta baju batik satu setel/KK.
“Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi korban kebakaran, sehingga masyarakat yang menjadi korban secepatnya bisa kembali bangkit dan menata hidupnya kembali. Dengan harapan bisa hidup lebih baik dari saat ini dan menjadikan musibah ini sarana untuk lebih sabar dan bisa mendekatkan diri ke Allah swt,” kata Gubernur Sumsel, Ir H Alex Noerdin SH didampingi Ny Eliza Alex, dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Provinsi Sumsel, Yulizar Dinoto, di sela-sela penyerahan bantuan, kemarin (23/5).
Alex berharap, bantuan tersebut mampu memancing reaksi dari perusahaan-perusahaan dan BUMN yang ada di Kecamatan Kertapati untuk ikut memberikan membantu korban kebakaran melalui dana corporate social responsibility (CSR). Sehingga mempercepat pulihnya kehidupan masyarakat di lokasi kebakaran. Sebelumnya, Pemuda Hanura juga ikut membantu korban kebakaran yang diserahkan melalui Posko Kecamatan Kertapati. Bantuan yang diberikan berupa mi instan dan dua kompor untuk keperluan dapur umum korban kebakaran. Abu Kosim, salah seorang korban kebakaran mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kepedulian serta langkah cepat yang dilakukan pemerintah.
Namun, ia berharap agar bantuan dari donatur lain bisa segera datang sehingga bisa kembali membangun rumah mereka yang musnah terbakar.
“Sebab kami tidak mungkin terus tinggal di pengungsian,” katanya. Selain kebutuhan bahan bangunan, warga juga membutuhkan sarana air bersih. Pasalnya, hampir sebagian besar warga mengandalkan air sungai untuk keperluan sehari-hari.
Suyanto, Lurah Ogan Baru berjanji akan membantu warga mengurus kembali surat penting seperti ijazah, serta surat berharga milik warga yang hangus terbakar saat kejadian. “Kita siap fasilitasi warga yang menjadi korban kebakaran untuk mengurus kembali surat-suratnya yang hangus. Sehingga warga bisa secepatnya bangkit dan menata kembali hidupnya,” ungkapnya.

sumber : Sumatera Ekspres, 24 Mei 2011 

Iklan

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan WEB ini

Bergabunglah dengan 202 pengikut lainnya

Poling anda…

informasi yang paling anda minati...
info pemerintah kota palembang
info pendidikan
info ekonomi
info seputar sfc
info sosial
info gadget

Isi Poling Anda

BENDERA

free counters
Web Informer Button
%d blogger menyukai ini: